Monday, July 12, 2010

Filosofi Sepiring Rujak

Makanan ini merupakan makanan favorit saya semoga juga makanan favorit teman-teman semua. Pada saat posting tentang rujak saja, gak terasa nih (maaf)air liurku dah mau keluar istilahnya ngiler jadi pengen makan rujak nih.

Rujak kumpulan berbagai macam buah-buahan yang biasanya dipakai yaitu buah
^ Kedondng
^ Ketimun
^ Pepaya
^ Bengkuang
^ Jambu Air
^ Mangga
^ Nanas
^ ada juga yang pakai ubi jalar yang mentah
Nah biar tambah enak di beri saus yang terbuat dari gula merah yang di lumatkan dicampur ama kacang tanah yang di sangrai. Biar tarasa asam -asam manis ditambah sedikit asam jawa atau jeruk kunci.Untuk menambah rasa pedas di tambah cabe rawit sedikit.

Sepiring rujak yang kita makan ibarat kita menjalankan kehidupa, kita akan mengalami mani, asamnya penderitaan dan pedasnya tantangan yang kita alami.Setiap ujian yang datang silih berganti akan menempa kita menjadi manusia yang kuat dan bijaksana.


Manisnya sebuah kehidupan adalah sesuatu yang di inginkan setiap manusia termasuk aku ingin merasakan yang namannya hidup berkecukupan, keluarga yang bahagia, pekerjaan yang di senangi tapi semua itu bukan hal instan yang bisa kita dapatkan butuh perjuangan dan pencarian yang menghabiskan banyak keringat dan waktu.

Sebaliknya asamnya sebuah kehidupan akan selalu ada di samping kita mengikuti setiap waktu dan aliran darah yang terus mengalir. Saat datang penderitaan atau musibah yang menimpa kehidupan kita harus menerimanya dengan ikhlas karena setiap musibah yang datang pasti ada hikmah yang terkadung di dalamnya untuk kita dapat menjalani kehidupan kedepan yang lebih baik.

Namanya rujak buah tanpa sambal, tidak bisa di bilang sebuah rujak. Sambal di dalam kehidupan kita menurutku adalah sebuah tantangan yang bisa kita pilih untuk ambil atau tidak, jika kita ambil tantangan itu hidup akan semakin berarti, tapi ingat sebuah tantangan adalah sesuatu yang tanpa resiko, kita akan mengalami sesuatu kegagalan atau pedasnya seperti makan rujak.

Hidup bukanlah sepiring rujak kita bisa memilih buah yang manis saja atau buah asam atau bahkan tidak menyentuh sambal rujak sedikitpun. Tapi hidup adalah tantangan terbesar untuk kita berusaha, berbuat, berkarya, dan bertempur untuk kehidupan kita yang lebih baik.

13 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

filosofi yg sedap walau pedas...he he he..

senja said...

suka banget sm postingan ini,bukan karena rujaknya yang terlihat menggoda tapi pandangan kehidupan yg mba share disini.

benar...hidup tidak melulu manis dan indah saja. hidup adalah perjalanan dan sekolah jiwa kita.
suka,duka,pahit,manis....pembelajaran yg hanya habis saat nafas kita terhenti.

AISHALIFE-LINE said...

Hmm...rujaknya bikin drooling nih sis hehhe.Saya gak kuat kalau makan rujak.perutnya suka banget sih,tapi hidungnya gak bisa,langsung meler heheh.maaf ya baru bisa blogwalking.mantab,filosofi rujaknya hehe.

catatan kecilku said...

Waa, filosofi rujaknya mantap..!
Hem, jadi pengen makan rujak juga...

Justmeilani said...

mba fani@yupss...asam pedas dan manis sis...

Senja@betul dek,..hidup penuh warna saat nafas msh brhembus brbagai cobaan tak akan brhenti

Aisha@senang skl sistaku yg cantik comeback,...

mbk reni@ mari qt mrujak brsama,...^_^

Andri Edisi Terbatas said...

wow sebuah postingan yg syarat makna sekali mbak...

* nice notelah pokoknya...hihihi...

elok langita said...

templatenyaaa piiiiiinkk.. maniiis. :D

filosofi rujak, kalau kebanyakan bisa sakit perut.. :D

Justmeilani said...

ELOK LANGITA@benar sis,..smua yg berlebihan hasilnya g maksimal,..tq y pujiannya :)

Justmeilani said...

andri@tq bro...sdh mau brkunjung

buwel said...

yups, mari kita nikmati hidup dengan enjoy, seperti menikmati rujak... he

achen said...

kebetulan saya suka rujak neh, palagi kalo rujak uleg... yummmyyy... walah ga nyambung neh kekknya...

Justmeilani said...

achen@g p2 kog g nyambung trima kasih dah mau brkunjung ^_^

buwel@yupz asam asinny khidupan

gaelby said...

Filosofi sepiring rujak yg mencerahkan dan sarat makna.
Nice share, salam sobat :)